Berita Terbaru

Fakultas Syariah dan Hukum

Hati-hati, Borang Akreditasi jangan Plagiasi!

Posted By: Admin Terakhir Diupdate: Rabu, 17-OKT-2018

Salah seorang Asesor BAN PT Prof Dr Hj Mella Ismelina F Rahayu, SH, M.Hum mengimbau kepada pimpinan program studi, fakultas, dan universitas agar teliti dalam menyusun borang akreditasi. Jangan ada plagiasi atau kemiripan dalam usulan dokumen akreditasi, karena akan fatal akibatnya. Sanksinya, tidak terakreditasi BAN PT atau selama dua tahun tidak boleh mengajukan usulan.

“Sejak Juni 2018 BAN PT tidak akan memberikan ampunan bagi plagiasi borang akreditasi. Tentu ini akan merugikan mahasiswa,” tegas Prof Mella, saat memberikan pengarahan dalam diskusi “Strategi dan Kiat Penyusunan Borang Akreditasi Program Studi Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung”, Rabu (17/10/2018).  

Dikusi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum FSH) Dr H Ah Fathonih, M.Ag; Wakil Dekan I Dr H A Hasan Ridwan, M.Ag; para Ketua jurusan/prodi beserta sekretaris dan staf, para ketua lembaga penunjang, dan pejabat TU  di lingkungan FSH.  

Sebelum Juni 2018 diakui banyak borang perguruan tinggi yang ditolak karena kasus flagiasai, tetapi sikap BAN PT masih melunak. Dan, mereka disarankan untuk merevisi borang dan boleh mengusulkan ulang. “Dokumen mereka diputihkan, dan boleh mengajukan ulang usulan borang. Namun, sejak Juni 2018, BAN PT tidak bisa kompromi atas tindakan plagiasi,” jelasnya.

BAN PT menerapkan prinsip akuntabilitas dan kejujuran dalam proses akreditasi, sehingga kegiatan akademik itu harus dilaksanakan secara jujur dan benar. “Nah, ketika borang perguruan tinggi terdeteksi duplikasi/memiliki kemiripan, maka BAN PT akan menolak usulan (tidak terakreditasi) atau selama dua tahun tidak boleh mengajukan usulan,” jelas dosen Universitas Tarumanagara itu.

 Perlu diketahui, lanjut Prof Mella, BAN PT punya sistem tersendiri untuk mengecek plagiasi. Bahkan ke depan isi borang tidak sekadar dikonfirmasikan ke PD DIKTI tetapi juga nge-link ke Indeks Sinta dan Arjuna. “Intinya dokumen borang harus benar, jangan bohong, karena akan keatahuan,” katanya.[nanang sungkawa]   

[]