Berita Terbaru

Fakultas Syariah dan Hukum

Oktober 2017, UIN Bandung Terapkan Sistem Remunerasi

Posted By: Admin Terakhir Diupdate: Selasa, 3-OKT-2017

UNTUK meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan (PNS/non-PNS), per tanggal 1 Oktober 2017 UIN SGD Bandung menerapan remunerasi. Sebuah sistem penghargaan atau rewards yang berbasis kinerja.

“Dengan sistem ini akan terlihat mana saja dosen atau tenaga administrasi yang rajin dan tidak? Yang memiliki kinerja baik dan tidak? Ini akan sangat menentukan besar kecilnya reward. Yang pasti, semua akan memiliki motivasi untuk terus mengembangkan dirinya,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung, Dr H Ah Fathoni, M.Ag dalam Sosialisasi dan Simulasi Remunerasi di FSH,  Selasa (03/10/2017).

Sosialisasi dipimpin oleh Sekretaris Sistem Pengendalian Intern (SPI) UIN SGD Dr H Syamsuddin RS, M.Ag; didampingi Tim Remunerasi Setia Mulyawan, SE, MM; Kabag Perencanaan Dra Euis Heni Herlina, M.Pd. Dihadiri oleh unsur pimpinan FSH; para ketua jurusan, sekretaris jurusan, dosen, karyawan, dan honorer BLU.

Menurut Dekan, remunerasi menjadi sebuah keniscayaan. Sejak awal para dosen dan karyawan menunggu realisasi remunerasi, akhirnya per tanggal 1 Oktober 2017 ini diberlakukan. “Prinsipnya adalah peningkatan kesejahteraan untuk seluruh sivitas akademika, sebagai reward atas produktivitas kerjanya,” tegas Dekan.

Menurut Dr H Syamsuddin RS, remunerasi dibayar setelah kewajiban dilaksanakan. Sebenarnya penerapan sistem ini tidak terlalu heboh, karena sifatnya pengalihan. Insentif yang ditunda, lalu dikumpulkan, dan dibayarkan sesuai hitungan poin.   

Seluruh kegiatan yang dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS diverifikasi oleh atasannya langsung, divalidasi oleh Wakil Dekan II (di tingkat Fakultas) lalu disetujui oleh Dekan. Selanjutnya disampaikan ke Al Jamiah (rektorat) untuk di-SK kan oleh Rektor agar bisa dirupiahkan.

Tim Remunerasi UIN SGD Setia Mulyawan, SE, MM menjelaskan, penyusunan sistem remunerasi ini cukup lama, terutama dalam membahas penilaian jabatan. Dari 142 jabatan yang ada UIN Bandung, diurut menjadi 17 grade dari mulai grade tertinggi Rektor sampai cleaning service, dan menjadi 10 faktor penimbangan harga jabatanya.

Dijelaskan,  remunerasi adalah sitem reward. Fluktuasi rupaiahnya didasarkan pada produktif tidaknya kinerja dan kehadiran. “Yang perlu kami tegaskan, UIN Bandung untuk saat ini baru mampu membayar 30 persennya, disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tapi tetap tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan berbasis kinerja,” jelasnya.[nanang sungkawa].

 

[]