Berita Terbaru

Fakultas Syariah dan Hukum

PM Gelar Lokakarya Pengayaan Wacana Agama & Keberagaman

Posted By: Admin Terakhir Diupdate: Kamis, 5-OKT-2017

Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) bekerja sama dengan British Council, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Jurusan Perbandingan Madzhab (PM) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, akan menyelenggarakan Lokakarya “Pengayaan Wacana Agama dan Keberagaman”, di Aula FSH, Selasa (10/10/2017).  

Menurut Koordinator Bandung, Dr Ayi Yunus Rusyana, M.Ag, lokakarya --dengan tagline: Rukun, Ragam, Sepadan-- melibatkan kurang lebih seratus peserta. Mereka terdiri dari penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama, guru agama, perwakilan-perwakilan lembaga pemerintah, lembaga keagamaan, akademisi, wartawan, organisasi massa, lembaga swadaya masyarakat, perwakilan kaum muda, dan lembaga masyarakat sipil lainnya.

"Pemateri yang akan hadir yakni Prof Dr Machasin dan Dr Sekar Ayu Ariyani (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), Dr Handi Hadiwitanto (Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta), dan Muharam Mardzuki, Ph.D (Kepala Puslitbang Kemenag RI)," jelas Dr Ayi, Ketua Jurusan PM FSH UIN SGD Bandung.

Tujuan lokakarya adalah memperkuat dan memperkaya kesadaran, nilai-nilai keterbukaan, pengertian, toleransi, dan interaksi di antara komunitas keagamaan. Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas dan menciptakan ruang belajar bersama pemerintah, akademisi, dan elemen-elemen masyarakat lokal untuk membangun agenda-agenda keadilan sosial, sehingga dapat menjadi penyokong pembaruan kebijakan, dalam rangka menjamin keselarasan hubungan antar manusia.

“Tagline Rukun, Ragam, Sepadan merangkum tiga semangat yang menjiwai lokakarya ini yaitu harmoni antaragama, multikulturalisme, dan keadilan sosial,” kata Dr Ayi, Kamis (05/10/2017). Program ini diselenggarakan di enam kota di Indonesia, yaitu Medan, Pontianak, Manado, Ambon, Ruteng, dan Bandung.

Keenam kota ini mewakili kekhasan dalam hal demografi penganut agama maupun keragamannya. Dalam penyelenggaraan seluruh program ini, ICRS dan British Council senantiasa bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama, pemerintah daerah dan mitra-mitra lokal lainnya. Kerjasama ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama, sebab mitra lokal lebih paham dinamika setempat, sekaligus sebagai memperluas kerjasama dan pergaulan.

Bangsa Indonesia memiliki “DNA” keberagaman yang saat ini perlu diperkuat dan diperkaya. Terjadi pergeseran yang masif di tengah masyarakat dengan wacana transnasional, mulai berkembangnya budaya digital, dan tantangan-tantangan lainnya. Karena itu istilah “Pengayaan” dalam hal ini adalah upaya untuk senantiasa menjadikan diri relevan dengan perkembangan dan dinamika bermasyarakat majemuk dalam konteks kekiniaan.

ICRS adalah konsorsium tiga universitas di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana, yang menyelenggarakan kajian antaragama (Interreligious Studies) dan isu-isu sosial-budaya yang berkaitan dengan agama. Sementara British Council adalah lembaga sipil internasional yang memberi perhatian besar pada pengembangan budaya dan pendidikan di seluruh dunia.[nanang sungkawa]

 

 

[]