Fakultas Syariah dan Hukum

Semua Elemen Dukung Desa Wisata Halal Indragiri

Posted By: Admin Terakhir Diupdate: Rabu, 11-SEP-2019

“Surga” Kabupaten Bandung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S.Sos, M.Si mengajak masyarakat Indragiri Kecamatan Rancabali untuk memanaj desa wisata berbasis halal, karena pada hakikatnya alam yang indah ini anugerah dari Allah SWT, tanpa harus berinvestasi.

“Jika kita ingin melihat surga, maka lihatlah Kabupaten Bandung, alamnya hijau, tanahnya subur, udaranya sejuk, dengan air yang selalu mengalir menjadi sumber kehidupan,” kata Asep usai workshop Wisata Halal di Aula Kantor PTPN VIII Rancabali Kabupaten Bandung, Selasa (10/09/2019). Ia meyakini Desa Wisata Halal Indragiri secepatnya bisa terwujud, karena pintunya sudah dibuka, dengan ditandatanganinya MoU antara Bupati Bandung dan Direktur Utama PTPN VIII belum lama ini.

“Yang penting ada simbiosis mutualisme bagi  kedua belah pihak,” tambah Asep, seraya menjelaskan, minimalnya ada enam variabel yang menandai wisata halal, yakni tersedianya kamar mandi dan tempat berwudu yang nyaman; kemudahan memperoleh makanan dan minuman halal; pelayanan prima bagi yang berpuasa di bulan Ramadhan; fasilitas rekreasi yang memperhatikan privasi pengunjung, dan jelas pencantuman label halal.

Dukungan yang sama disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparbud Kabupaten Bandung Yoharman Syamsu, S,Sos, M.Si. “Berbagai upaya dilakukan Pemkab Bandung untuk menyahuti inisiatif masyarakat yang ingin daerahnya maju dan berkembang,” katanya.

Untuk mewujudkan Desa Wisata Halal ini, berbagai tahapan perlu dilakukan.  Setelah ada MoU antara Bupati dan Dirut PTPN VIII, selanjutnya dibutuhkan data, dana dan dukungan untuk memilih dan memilah satu per satu lokasi destinasi. Selain itu, perlu penetapkan destinasi unggulan yang memiliki daya tarik pengunjung. Bila perlu ciptakan suatu lokasi seperti surga,” ujarnya.

Hal lain, lanjut Yoharman, perlu adanya pembinaan dan pelatihan bagi para penggiat pariwisata di kawasan PTPN VIII ini. Tidak lupa menyiapkan infrastruktur dan potensi sumber daya manusia dari berbagai elemen masyarakat. “Ini menjadi bahan untuk penyususnan Renstra Desa Wisata Halal di Kabupaten Bandung,” katanya.

Di bagian lain, Adminitrator PTPN VIII Ir Danial Rijki, MP mengharapkan program ini bisa menjadi jalan untuk meraih keberkahan dari Yang Maha Kuasa. “Keinginan kuat ini hendaknya didukung dengan konsep, strategi, dan regulasi yang pasti. Itu penting, agar program berjalan efektif dan efisien,” katanya. Perlu juga menyusun vaiabel yang signifikan sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Ia memberi masukan destinasi wisata heritage, yang dianggap mempunyai sejarah penting yang dapat menjadi daya tarik wisata. Ini berpotensi untuk dikembangkan karena banyak tempat-tempat yang dinilai sebagai potensi wisata di Indragiri ini. Pengembangan destinasi pariwisata akan menjadi pondasi yang sangat penting bagi pengelolaan sumber-sumber daya pariwisata. “Di Indragiri potensi wisatanya cukup banyak, di antaranya ada wisata budaya (heritage), wisata alam, dan agrowisata,” jelasnya.[nanang sungkawa]

 

[]