Fakultas Syariah dan Hukum

SHALIC, Jadikan Syariah dan Hukum Lebih Membumi

Posted By: Admin Terakhir Diupdate: Selasa, 9-JUL-2019

Pemahaman, kesadaran, dan kebutuhan masyarakat terhadap hukum Islam terus meningkat, karena terbukti Hukum Islam mampu menjawab berbagai permasalahan hidup.

Demikian penegasan yang disampaikan Wakil Rektor II UIN SGD Bandung Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si saat membuka Konferensi Internasional Syariah dan Hukum (Sharia and Law International Conference/SHALIC) di Bandung, Selasa (9/7/2019).

Forum utama, yang diselenggarakan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi untuk membahas dan berbagi masalah, kemajuan baru dan hasil penelitian dalam semua aspek Syariah dan Hukum.

Konferensi, yang bertemakan “Rethinking Islamic Law Roles In Sustanaible Development Goals (SDG’S)” menghadirkan keynote speaker Dr H Amran Suadi, SH, MH (Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung); Prof Dr M Arskal Salim GP, M.Ag. (Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI).

Narasumber lain Prof. Samina Yasmeen (Director, Centre for Muslim States and Societies/CMSS, University of Western Australia), Prof. Mark Cammack. (Ahli bidang Hukum di Southwestern Law School, Los Angeles, California) dan Dr. Ah. Fathonih, M.Ag (Dekan FSH UIN SGD Bandung). Acara Shalic diikuti oleh 100 peserta terdiri dari peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi untuk membahas berbagi persoalan tentang kemajuan, arah baru, paradigma dan hasil penelitian soal aspek penerapan Syariah dan Hukum.

Penerapan hukum Islam, lanjut Prof Oyo, tidak saja dalam segi ibadah, tetapi juga perihal bermuamalah. “Pancasila pun memberikan ruang yang sangat luas, sehingga umat Islam corcern dalam menerapkan dan menegakkan syariat Islam. Terutama sifatnya yang elastis, hukum Islam bisa memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan masyarakat,”jelas Prof Oyo, seraya mengharapkan SHALIC menjadi ajang diskusi merumuskan berbagai strategi mengembangkan Hukum Islam secara universal, terutama dalam memajukan bidang ekonomi syariah.

Di bagian lain, digelar juga musyawarah Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesa. Prof Arskal dalam sambutannya meminta FSH se-Indonesia terus membenahi diri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. “Benahi kurikulum, manajemen, system pelayanan, prodinya juga, dan komponen lainnya, agar menghasilkan output yang sesuai dengan harapan,” ujar Prof Arskal.

Output Fakultas Syariah dan Hukum tentu harus memberian bantuan hukum kepada masyarakat. Kehadiran paralegal, seseorang yang mempunyai keterampilan hukum, tapi bukan seorang Pengacara profesional dan bekerja di bawah bimbingan pengacara yang dinilai mempunyai kemampuan hukum untuk menggunakan keterampilannya. “Untuk itu, keberadaanya sangat penting dan relevan dalam memberikan kesadaran hukum yang bersumber pada hukum positif, adat dan kompilasi hukum Islam, sehingga memiliki khasan yang khusus dalam setiap menangani persoalan,” jelasnya.

Musyawarah Forum Dekan juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama dengan seluruh dekan FSH UIN, IAIN, dan STAIN. “Tujuannya untuk meningkatkan peran kepeloporan dari sisi akademik, penelitian, keterampilan dan profesi di bidang ilmu kesyariahan dan hukum. Juga saling bantu dalam meningkatkan keunggulan masing-masing fakultas,” jelas Dekan FSH UIN SGD, Dr H Ah Fathonih, M.Ag, didampingi Wakil Dekan I Dr H Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag; Wakil Dekan II  Dr Fauzan Ali Rasyid, M.Si; dan Wakil Dekan III Dr Dudang Gojali, M.Ag.[nanang sungkawa]

[]