Fakultas Syariah dan Hukum

UIN SGD Optimistis Terakreditasi A

Posted By: Admin Terakhir Diupdate: Selasa, 23-OKT-2018

Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Asep Muhyiddin, M.Ag merasa optimis perguruan tingginya bisa terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT), dengan target pencapaian nilai 370. Kenapa tidak? Dengan pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan di semua unit, UIN SGD semakin kondusif dan kultur akademik semakin meningkat. Di bidang akademik, kelembagaan, dan administrasi pun semakin sistematis.

“Bahkan, ada peningkatan kualitas dan inovasi yang berorientasi pada jaminan mutu, ditandai dengan pengembangan jaringan melalui pola kemitraan dan kerjasama. Modernisasi manajemen pendidikan dan pelayanan administrasi ditata sedemikian rupa, menuju profesionalisasi institusi yang efektif dan efisien,” jelas Prof Asep, seusai acara Simulasi Visitasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UIN SGD Bandung, di Aula LP2M, Selasa (23/10/2018).

Simulasi dipandu oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr H Dindin Jamaluddin, M.Ag; menghadirkan dua asesor BANPT Dr Narayana Satrawiguna, MM, M.Pd dan Efriyanto, SE, MM. Dihadiri Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si; Wakil Rektor I Prof Dr H Asep Muhyiddin, M.Ag; Wakil Rektor II Prof Dr H Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si; Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr H Jaenudin, M.Ag, para dekan; dan para ketua lembaga/pusat di lingkungan UIN SGD.

Dalam standar I (Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian), UIN SGD mengukuhkan diri menjadi universitas teknologi, dengan indikatornya: technology based management; science and technology improvement; utilization of technology throught halal labeling. “Masih banyak potensi yang belum tergali untuk dimasukkan ke dalam borang guna meningkatkan nilai pada setiap standar,” ujar Prof Asep.

Dalam simulasi tersebut, kedua asesor secara rinci membahas borang usulan akreditasi, dari standar I hingga standar VII. Keduanya mengingatkan bahwa dokumen borang harus disusun secara apik dan teliti, dilengkapi dokumen yang akurat. “Dalam visitasi nanti (rencananya pada akhir Desember tahun ini) hindari perdebatan dengan asesor,” katanya.

Menurut Efriyanto, mengelola pendidikan sama dengan mengelola kuliner, intinya mempertahankan trust (kepencayaan) dari konsumen (masyarakat), dalam hal ini direpresentasikan oleh mahasiswa. Karenanya, mengevaluasi dan menggali potensi mahasiswa menjadi sangat penting dalam meraih nilai akreditasi.[nanang sungkawa] 

 

[]