Alasan Komjen (Pur) Syafruddin Dianugrahi Doktor HC

UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) bidang Ilmu Politik Hukum Hubungan Internasional Islam kepada Komjen Pol. (Purn) H Syafruddin, pada Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad, Kamis (15/10/2020).

Rektor UIN SGD Prof Mahmud mengucapkan terima kasih kepada Komjen (pur) Syafruddin yang berkenan menerima penganugerahan gelar Dr HC, karena dedikasinya bagi bangsa dan negara ini. Berbagai jabatan yang pernah diembannya selalu berhubungan dengan pembangunan bangsa Indonesia, mulai kiprahnya di kepolisian, Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, dan organisaisi kemasyarakatan. “Termasuk penyelesaian konflik di beberapa kawasan di Indonesia, Komjen Syafruddin terjun langsung bersama M Jusuf Kalla, seperti dalam penyelesaian kasus Poso, Ambon, dan Aceh,” ujar Rektor.

Dari sisi pemikiran dan gagasan, Syafruddin memiliki kesinambungan dengan visi, misi, dan tagline UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wahyu Memandu Ilmu yang mengambil jalur moderat dalam mengambil paradigma pengetahuan. UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggabungkan paradigma teosentris dan antroposentris dalam pengembangan pengetahuan, sejalan juga dengan gagasannya yang tidak sepakat dengan hanya mengedepankan paradigma antroposentris dalam teori dan praktik hubungan internasional.

Dari segi keagamaan dan beragama, gagasan Syafruddin selaras dengan program terstruktur UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengembangkan moderasi beragama. Tidak sekadar moderasi berislam, tetapi juga moderasi beragama, sehingga semua agama sama-sama mengembangkan pemahaman moderat dalam sikap keagamaannya. Pada tahun 2019, Menteri Agama meresmikan rumah moderasi beragama, tempat sarjana-sarjana lulusan kami dibekali pengetahuan keislaman yang mendalam dan sikap keberagamaan yang moderat.

Dalam konteks kemasyarakatan tingkat nasional, Safruddin diamanahi Wakil Ketua Umum dan sekaligus Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia, sehingga motto beliau memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Masjid bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bukan hanya sebagai tempat ibadah, ritual, tapi sebagai pusat gerakan ekonomi, keilmuan dan peradaban.

Syafruddin juga memiliki andil besar dalam proses perdamaian dan penyelesaian konflik di banyak kawasan negara muslim. Di organisasi internasional Islam, Syafruddin diamanahi oleh Liga Dunia Islam untuk memimpin pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan peradaban Islam.

Safruddin adalah tokoh kelima yang diberi anugerah Doctor Honoris Causa, setelah  KH M Shalahuddin Sanusi (mantan Rektor IAIN SGD 1973-1977); Prof KH Acep Djazuli (Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD); A Helmy Faishal Zaini (Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal 2009 – 2014); dan Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat 2008-2018).*

Related Posts