Bahasa Indonesia ID العربية AR English EN
Download | Arsip Data | Arsip Berita
Login Layanan Akademik

Efektivitas Perkuliahan Daring Capai 70 Persen

MINIMNYA pengalaman kuliah sistem daring tak urung menimbulkan masalah bagi para dosen dan mahasiswa. Muncullah beberapa keluhan, misalnya dosen cenderung tidak menyampaikan perkuliahan, ada juga yang hanya memberikan tugas, terbatasnya kuota internet, gangguan sinyal handphone, dan lain-lain.

“Secara arif, kita harus atasi semuanya, hingga secara keseluruhan perkuliahan pada semester genap 2019/2020 ini bisa terlaksana dan efektif. Kita pastikan sebanyak 70 persen mahasiswa bisa mengikuti sistem daring ini,” kata Dekan FSH Dr Fauzan Ali Rasyid, M.Si dalam Rapat Evaluasi Perkuliahan Semester Genap TA 2019/2020, di Auditorium FSH Jln AH Nasution No 105, Bandung, Selasa (30/06/2020).

Hadir dalam rapat tersebut pimpinan FSH: Wakil Dekan 1 Dr H Syakhrul Anwar, M.Ag; Wakil Dekan 2 Dr H Ateng Ruhendi, M.Pd; Wakil Dekan 3 Dr H Aden Rosadi, M.Ag; para guru besar, para ketua/sekretaris jurusan, dosen dan tenaga kependidikan.

Dekan mengakui bahwa pelaksanaan sistem daring itu tidak mudah, dibutuhkan berbagai perangkat yang cukup agar perkuliahan bisa dilakukan dengan baik. Perkuliahan yang mulanya dilakukan secara tatap muka di kampus, diubah menjadi berbasis internet di rumah masing-masing, untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 melalui Physical Distancing atau menjaga jarak fisik antarindividu.

Sebagian mahasiswa mengeluhkan terbatasnya kuota internet, sehingga harus menguras biaya untuk pembelian kuota setiap minggunya untuk melaksanakan perkuliahan. Belum lagi persoalan sulitnya sinyal handphone terutama mahasiswa yang domisili di daerah terpencil. Untuk mengantisipasi ini Rektor UIN SGD Bandung menerbitkan Surat Keputusan keringanan bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan memberikan bantuan kuota internet kepada para mahasiswa .

UKT mendapat pengurangan 10 persen tanpa syarat berlaku bagi seluruh mahasiswa, waktu pembayarannya juga diperpanjang, dan dilakukan secara bertahap. “Malah bagi orangtuanya yang meninggal karena positif corona, UKT-nya dibebaskan, juga pengurangan lagi sebanyak 10 persen bagi orangtuanya yang di-PHK, mengalami kerugian usaha atau dinyatakan pailit, mengalami penutupan tempat usaha, dan menurunnya pendapatan secara signifikan,” jelas Dekan.

Selain perkuliahan, lanjut Dekan, FSH melalui petunjuk teknis dari Rektor UIN Bandung, melaksanakan sidang Usulan Penelitian (UP), bimbingan skripsi, berbagai praktikum, sidang komprehensif, munaqosah, semuanya menggunakan sistem daring. “Kemungkinan untuk sementer selanjutnya, TA 2020/2021 masih menggunakan sistem daring, selama belum ada kebijakan pemerintah untuk melaksanakan perkuliahan sebagaimana biasanya,” jelas Dekan.[nanang sungkawa]