Peluang Alumni HPI Terbuka Lebar

Peluang kerja untuk sarjana Hukum Pidana Islam (HPI) sangat terbuka lebar. Mereka bisa menjadi Jaksa, Hakim, Panitera, Advokat, Dosen, Peneliti, pegawai negeri, atau bekerja di organisasi-organisai Islam.

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Jurusan HPI Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung, Enceng Arif Faizal, M.Ag saat memberikan sambutan pada acara Kuliah Umum “Peluang Profesi Advokat bagi Alumni Jurusan HPI”, di Aula FSH, Jumat (29/11/2019).

Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Dr H Syahrul Anwar, M.Ag, mewakili Dekan Dr Fauzan Ali Rasyid, M.Si. Kuliah Umum ini menghadirkan narasumber Advokat Ikbal Khofifi Bairuroh, S.Sy dari Kantor Hukum SFI & Partners, yang juga alumnus Jurusan HPI FSH UIN Bandung; dihadiri Sekretaris Jurusan HPI Yusuf Azazi, S.Ag, MA; para dosen, dan mahasiswa.

“Selain setara dan sejajar dengan sarjana hukum dari jurusan umum lainnya, lulusan HPI malah lebih unggul karena dibekali ilmu kewahyuan dan akhlak karimah,” lanjut Enceng Arif, seraya menjelaskan bahwa salah satu tujuan Jurusan HPI menjadikan lulusan yang sikap dan kepribadian mulia, berinovasi, berkontribusi melalui gagasan baru dalam bidang akademik, hukum dan kemasyarakatan, terutama dalam bidang Ilmu Syari’ah dan Ilmu Hukum.

“Nah, sengaja kuliah umum ini digelar dalam rangka memperluas pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa, sekaligus menyerap pengalaman praktis bagaimana cara berperkara ketika mereka menjadi advokat,” jelasnya.

Wakil Dekan I FSH Dr H Syarul Anwar, M.Ag mengapresiasi kegiatan ini, terlebih narasumbernya seorang alumnus Jurusan HPI FSH UIN Bandung. “Mahasiswa Prodi HPI harus menguasai dua kemampuanakademis dan luar akademis, sehingga mampu melihat berbagai peluang untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” pesan Dr Syahrul.

Mengapa Anda kuliah di Prodi Hukum Pidana Islam? Jawabannya, agar masa depan Anda sukses. Syaratnya, lanjut Dr Syahrul, para mahasiswa harus menguasai dua kemampuan tadi; pertama terkait dengan intelektualitas, berarti harus belajar dengan baik agar bisa menimba ilmu pengetahuan dan keahlian. Kedua, terkait dengan kepekaan sosial. Mahasiswa sejak sekarang harus respek terhadap masalah-masalah hokum di masyarakat. Banyak problem yang muncul di masyarakat yang butuh penyelesaian.[nanang sungkawa]

Related Posts